Petr Cech frustasi, kebobolan yang tak terbendung

LONDON – Karena banyaknya kebobolan di Club Arsenal, Petr Cech sang penjaga gawang merasa sangat frustasi. Pada 20 laga terakhir, Arsenal sudah kebobolan sebanyak 22 kali, lebih unggul 1 gol dari club rivalnya Liverpool. Pada akhir bulan Juni 2015 kadatangan mantan kipper Chelsea ke Arsenal merupakan solusi tepat dalam masalah krisis kiper berkualitas pada skuad The Gunners. Namun kenyataannya  pada musim lalu, jumlah kebobolan Arsenal menurun dari musim – musim sebelumnya.

Tetapi pada musim saat ini, The Gunners mendapatkan posisi pertama dalam hal klub papan atas yang memiliki jumlah kebobolan tertinggi. Pada saat melawan klub Barcelona di leg pertama fase 16 besar Liga Champions, Rabu (24/2), Cech mengaku frustasi karena timnya menelan kekalahan 0 – 2. Cech juga berkomentar, luputnya pasukan timnya membuat gol kandang. Berbeda halnya pada saat menjaga gawang mantan clubnya The Blues, Petr Cech mampu menjaga gawangnya dengan baik.

Eks kiper Chelsea sendiri mengakui kebobolan sering terjadi di dalam kotak pinalti. Cech mengatakan, minimnya lini pertahanan Arsenal sangat mudah ditembus atau dihancurkan musuh dikarenakan kurangnya pengalaman dalam pemain bertahan Arsenal atau kerjasama yang baik antar rekan tim.

Sejauh ini dalam 20 laga berlanjut Petr Cech hanya mampu melakuan 6 kali clean sheet, jauh dibawah rata- rata pada saat dia membela mantan clubnya. Pada tanggal 14 Agustus 2016, merupakan hari sial bagi Kiper Ceska, dimana Arsenal menelan kekalahan 4-3 atas Liverpool dan yakni 4 gol kebobolan yang membuat Cech merasa frustasi dan mengalami kecelakaan mobil yang dikenderainya sehari setelah pertandingan usai.

Untuk saat ini Petr Cech sudah menandatangani kontrak bersama Arsenal selama 4 tahun. Tetapi Performa Cech bersama Arsenal hingga saat ini belum bisa meyakinkan sang manager Arsene Wenger. Hingga ada kabar burung bahwa Cech akan digantikan dengan penjaga gawang yang lain. Apakah benar atau tidak kita tunggu saja.